Greeting

SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA

Jumat, 23 September 2011

Perangkat 'antimagnet' Pertama Berhasil Dikembangkan Peneliti Spanyol

(http://www.rri.co.id/index.php/detailberita/detail/916,Jum'at , 23 September 2011 19:16:17,Oleh : Nugroho)

KBRN, Spanyol: Peneliti Spanyol telah merancang apa yang mereka yakini sebagai tipe baru dari jubah magnetik, yang melindungi suatu obyek dari medan magnet eksternal, sementara pada saat yang sama mencegah bidang internal magnet mengalami kebocoran, membuat jubah ini tidak terdeteksi.

Perkembangan perangkat ini, digambarkan sebagai sebuah 'antimagnet', yang bisa menawarkan aplikasi yang bermanfaat, seperti melindungi lambung kapal dari ranjau yang dirancang untuk meledak ketika medan magnet terdeteksi, atau membiarkan pasien dengan alat pacu jantung atau implan koklea pada penggunaan peralatan medis.
Dalam studi mereka, yang diterbitkan hari ini, Jumat 23 September, di Institute of Physics dan German Physical Society's New Journal of Physics, para peneliti telah membuktikan bahwa jubah ini dapat dibuat menggunakan bahan-bahan praktis dan tersedia dan berikut juga dengan teknologinya, dan digunakan untuk mengembangkan sebuah model lain dari aplikasi ini.
Contohnya pada pasien dengan alat pacu jantung yang tengah menjalani scan MRI. Jika medan magnet yang besar dari MRI berinteraksi dengan alat pacu jantung, dapat menyebabkan kerusakan serius pada perangkat itu dan pasiennya. Logam dalam alat pacu jantung juga bisa berinteraksi dengan dan mendistorsi medan magnet MRI, yang mempengaruhi kemampuan deteksi mesin tersebut.
Para peneliti, dari Universitat Autonoma de Barcelona, ??menyadari bahwa teknologi ini juga bisa digunakan oleh penjahat untuk menghindari sistem keamanan, misalnya di bandara dan toko-toko. Tetapi mereka yakin bahwa penelitian baru ini dapat menguntungkan masyarakat secara positif, sedangkan risiko dapat diminimalkan dengan menginformasikan pejabat keamanan tentang perangkat yang berpotensi negatif, memungkinkan mereka untuk mengantisipasi dan menetralisir masalah. (NGH/PhysOrg.com/BCS)
(Editor : Besty Simatupang)



Tidak ada komentar: